Mengapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa?
Mengapa tidak digunakan nama Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya?
Menurut ahli bahasa, kata King Kong berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Latin, yang artinya Raja Monyet. King artinya Raja (bahasa Inggris) dan Kong artinya Monyet (bahasa Latin).
Berikut adalah kata-kata yang terkait dengan Kong:
1. Kong Kali Kong:
Artinya banyak Monyet ! Bayangin , Monyet dikalikan dengan Monyet !
2. Kong Res (Kongres):
Artinya Monyet Ngumpul ! Res singkatan dari Residu, sisa yang terkumpul.
3. Kong Kow:
Artinya, Monyet Gaul! Kow dari bahasa Mandarin non-formal yang artinya main, bergaul atau ngerumpi.
4. Ngong Kong:
Artinya Monyet Jongkok! Ngong artinya duduk atau Jongkok dalam bahasa Sansekerta.
5. Kong Guan:
Artinya Biskuit Monyet, atau Biskuit kesukaan Monyet!
6. Kong Lomerat:
Artinya Kumpulan besar Monyet! Glomerat artinya menggelinding menjadi bola yang besar.
7. Kong Si (Kongsi): aslinya sih QUANXI (Networking - jejaring )
Artinya Empat Monyet pengusaha! Si adalah bahasa Mandarin artinya empat.
8. Cu Kong:
Monyet banyak duitnya! Cu artinya banyak duit menurut bahasa Mandarin kuno yang sudah kadaluarsa.
9 . Eng Kong:
Artinya Mbahnya Monyet!
10. Sing Kong:
Akar umbi ngumpet dalam tanah, takut ama monyet! Sing = singitan (bhs Jawa) = ngumpet.
11. Bo Kong:
Bagian tubuh belakang monyet di bagian bawah yang kelihatan bengkak. Bo = aboh (bahasa Jawa) = bengkak.
13. Jerang Kong:
Kerangka monyet! Jerang = tulang belulang menurut bahasa antah berantah.
14. Bang Kong:
Monyet bangun kesiangan! Bang = singkatan dari bangun.
Yang terakhir ini agak berat.....dan maksa
15. KONG NET
Monyet main internetan hehehehe
"Milis Dairi Satu Hati"
Selengkapnya...
Jumat, 29 Mei 2009
Asal Muasal Kata Kingkong
Senin, 25 Mei 2009
Saat engkau sering mencela aku.............
Saat engkau sering mencela aku, aku tertantang untuk melihat diriku harus selalu memperbaiki diriku
Saat engkau sering mengritik pekerjaanku, aku tersinggung, namun aku ditantang untuk bekerja makin sempurna!
Saat engkau mencela masakanku yang terlalu asin menurut lidahmu, aku rasanya memang merasa sia sia, namun aku tertantang untuk belajar masak bukan menurut lidahku, melainkan menurut selera lidahmu!
Saat engkau mencela suaraku yang parau dan "false" waktu menyanyikan lagu, aku merasa minder, namun aku kautantang untuk terus berlatih menyanyi!
Saat engkau mencela aku salah memilih jurusan, aku merasa tidak bebas untuk menentukan jalan hidupku, namun aku tertantang untuk menempatkan pilihanku dalam jaringan pilihan orang lain
Saat engkau tidak menyetujui jalan hidupku, aku merasa hidup ini terasa dalam penjara, namun aku tertantang untuk membebaskan diri, karena masa depanku tidak segalanya ditentukan orang lain, melainkan ditentukan keputusan hidupku sekarang ini!
Saat engkau mengatakan aku sombong, aku ingin marah, namun aku tertantang untuk belajar makin rendah hati.
Saat engkau mengatakan aku bodoh, aku tersinggung, namun aku kautantang untuk belajar lebih banyak lagi!
Semoga kita belajar untuk mengubah kelemahan sesamaku menjadi saat saat yang menantang aku untuk makin berubah menjadi lebih baik lagi!
warm regards!
bslametlasmunadipr
Selengkapnya...
Kalau Engkau Dipuji.......
Kalau engkau dipuji karena gantheng, cakep, ramah, cepat cepatlah untuk tidak merasa sudah sempurna, karena ketampanan dan keramahtamahan lahiriah tidaklah menjamin engkau dapat fasilitas hidup semudah yang engkau bayangkan!
Kalau engkau dipuji karena kecantikanmu, cepat cepatlah untuk tidak GEER karena kecantikanmu tidak abadi dan tidak menjadi jaminan untuk kebahagiaanmu..!
Kalau engkau dipuji karena engkau sangat familiar, cepat cepatlah untuk melihat bahwa teryata engkau familiar tidak kepada setiap orang, karena engkau masih belum bisa familiar kepada musuhmu dan sainganmu!
Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan saleh dan religius, cepat cepatlah untuk melihat diri, bahwa banyak hidup beriman kita ini tinggal di bibir saja, dan tidak berbuahkan kasih dalam hidup bersama!
Kalau engkau dipuji karena engkau kelihatan menguasai materi yang disajikan kepada para peserta pelatihan, cepat cepatlah diketahui, bahwa masih banyak hal yang tidak sanggup kita mengerti dengan baik! Materi itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan pengetahuan di dunia ini!
Kalau engkau dipuji karena murah hati kepada orang yang miskin, cepat cepatlah engkau melihat dirimu sebagai pribadi yang belum sungguh sungguh sadar dan bebas berbagi kehidupan namun sering masih terpaksa untuk bermurah hati!
Kalau engkau dipuji karena engkau suka mendengarkan orang lain, cepat cepatlah engkau mengakui berapa banyak orang yang engkau dengarkan, mungkin orang yang sama minatnya, kepentingan, visinya denganmu!
Kalau engkau dipuji karena dapat bersahabat dengan banyak orang, cepatlah untuk mengakui ada banyak orang yang menjadi sahabatmu karena mereka menguntungkan dan memberikan banyak fasilitas hidup untukmu.
Kalau engkau dipuji, apakah engkau cepat-cepat melihat dirimu sendiri sebagai orang yang masih belum sempurna?
By "Blasius Slamet Lasmunadi"
Selengkapnya...
Menyambut Hari Komunikasi Sedunia!
Kalau sms tidak dibalas, telp tidak diangkat, janganlah cepat cepat marah dan ngambeg, tapi bukankah "hp" di sana bisa jadi kehabisan pulsa, orangnya lagi tidur, lagi rapat, atau....ada banyak kemungkinan yang tidak kita ketahui...!
Engkau dapat mencari informasi sebanyak banyaknya melalui "browsing internet", namun pernahkah engkau ingat ada banyak orang yang tidak mampu mengakses informasi, bahkan yang paling dibutuhkan, karena kemiskinannya?
Engkau dapat berteman dengan banyak teman dan sahabat melalui situs jaringan sosial, namun apakah engkau melihat ada banyak orang kesulitan membangun jaringan, karena tidak punya akses informasi, dan karena tidak memiliki sarana internet?
Tahukah saudaraku, banyak orang miskin tidak tahu kemana mereka mencari pekerjaan, kemana mereka mendapatkan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kemana mereka mencari kesempatan untuk berbicara, sementara mereka tidak memiliki sarana komunikasi itu?
Engkau dapat berkata apapun juga pada kenalan, sahabat, rekan kerja melalui email, chatting, fesbuk, namun, apakah kata katamu menjadi berkat, atau sebaliknya menjadi "beban" untuk hidupnya?
Tahukah engkau, semakin kita banyak berelasi melalui dengan banyak orang hanya melalui jaringan internet, pribadimu menjadi makin reaktif dan kurang mampu memahami orang di sekitarmu sebagai pribadi yang butuh kehadiran fisik dan hatimu?
Masihkah menemani anak belajar itu jauh lebih penting daripada chatting? Masihkah menemani anak makan bersama jauh lebih bernilai daripada "browsing"?
Apakah bermain dengan anak anak itu jauh lebih penting daripada bermain "blackberry?"
Masihkah menemani pasanganmu sekedar ngobrol ke sana kemari, jauh lebih penting daripada nonton TV bersama?
Apakah mematikan hp pada saat kita berdoa itu akan merugikan hidup kita?
Semoga kita makin bijaksana menggunakan alat komunikasi yang makin canggih agar cinta Tuhan tetap menjadi kenyataan dalam hidup bersama!
warm regards
"bslametlasmunadipr"
Selengkapnya...
Saat engkau aktif berbicara.................
Saat engkau aktif berbicara, lihatlah betapa banyak orang yang berusaha setengah mati untuk mendengarkanmu!
Saat orang lain berbicara, sadarilah betapa orang itu membutuhkan tatapan mata dan kedua telingamu untuk sungguh sungguh mendengarkan kata katanya, juga kalau perkataannya kerap kali tidak konsisten dengan gaya hidupnya!
Saat engkau selesai menulis artikel, renungan, humor, bahkan kritikan sekalipun, janganlah engkau terlalu yakin bahwa tulisanmu itu paling benar, agar engkau tidak mudah tersinggung bila ada banyak kritikan!
Saat engkau meluangkan waktu untuk menunggu kedatangannya, saat itulah engkau belajar untuk menanti dalam ketidakpastian!
Saat engkau membaca komentar atas berbagai macam tulisanmu, bebaskanlah dirimu dari pikiran yang negatif bila orang itu mengritikmu, namun juga bebaskanlah dirimu dari perasaan cepat GeEr kalau engkau dipuji, karena harga dirimu itu bukan terletak pada tulisanmu itu.
Saat engkau berniat memberikan uang yang kau genggam di tangan kananmu, saat itulah engkau belajar untuk memberi. Ternyata untuk memberi itu dibutuhkan kesediaan membuka genggaman telapak tangan! Kalau telapak tanganmu tetap menggenggam, engkau tidak pernah akan bisa memberikan dirimu pada orang lain!
Saat orang China membuat salam untuk saudaranya, telapak tangan kirinya akan menggenggam telapak tangan kanan! Itu berarti tangan kiri memperingatkan tangan kanan, "Ojo Dumeh (jangan merasa hebat), bila orang bisa berkuasa! Ia harus tetap menyadari kelemahannya! Perhatikanlah engkau berjalan dengan tangan kiri tidak bergerak, engkau tidak bisa berjalan seimbang! Demikianlah hidup ini, hidup kita ini justru banyak didukung oleh orang yang kelihatannya lemah!
Warm regards! "Blasius Slamet Lasmunadi"
Selengkapnya...
